Kamis

Sajian Ikan Bakar Dalam Bambu di Rumah Makan Karimata

http://ikanbakarkarimata.com
Sentul Selatan, Pasir Maung, Bogor. Tel. 0251-3686976
Hp. 0857-82887745

Menikmati ikan bakar tentu sudah biasa, tapi mencoba menyantap dengan sajian ikan bakar dalam bambu, ini yang harus dicoba. Ikan patin bakar dalam bambu rumah makan Karimata, rasanya tiada terkira.

Berada di lokasi terpencil dan jauh dari keramaian, memberi warna tersendiri bagi rumah makan yang belum genap 6 bulan berdiri. Dengan panorama alam yang sejuk diiringi dengan gemericik air sungai dan air terjun mini curug cikeas, membawa suasana bersantap yang kian menggugah. Terlebih bila berkunjung bersama saudara, kerabat atau teman dekat.

Dengan menghidangkan ikan patin bakar dalam bambu sebagai sajian utama, menjadikan resto yang berlokasi di desa Pasir Maung, Cijayanti, Sentul Selatan, Bogor ini memiliki magnet tersendiri khususnya bagi penggemar menu ikan bakar dalam bambu. Kenikmatan ikan bakar ini telah mulai dilirik oleh berbagai pengelola lapangan golf dan hotel berbintang seperti Golf Permata Sentul, Golf Emeralda, Golf Rancamaya, Golf Gunung Geulis, Golf Jababeka dan lain-lain. Sehingga tidak heran bila setiap hari menu ikan bakar Karimata tersedia di Permata Sentul Golf, Emeralda Golf dan lain-lain. Memang hanya makanan yang berkualitas dan bercitarasa tinggi yang bisa disajikan di lapangan golf mengingat konsumennya yang rata-rata dari golongan atas.

Menurut pemilik Rumah Makan Karimata Agung Widodo, sengaja memilih ikan patin sebagai bahan baku karena memiliki kadar protein, omega-3 (EPA & DHA) yang tinggi dibanding dengan ikan darat lainnya. EPA & DHA sangat baik untuk kesehatan jantung dan pertumbuhan otak serta menjaga kadar kolesterol rendah.


Ikan patin yang diproses memiliki kriteria khusus, yakni dengan berat antara 8 ons sampai 1 kg. ”Dengan ukuran tersebut, ikan cukup masuk kedalam bambu dimana cara memasukan ikan ke dalam bambu memakai alat khusus yang dinamakan press-set sehingga ikan besar pun dapat masuk ke dalam bambu yang ukurannya kecil, serta posisi daun pembungkus dapat ditata serapi mungkin searah dengan ikan untuk memudahkan penyajian/penyantapan” katanya.


Untuk menciptakan citarasa ikan bakar sejati, tentu dilakukan cara memasak yang benar, baik pada pemilihan ikan, pemberian bumbu hingga cara memasak. Ikan sebelum dimasak dilakukan ”pengurusan” terlebih dahulu sekitar 2 minggu tidak diberi makan pada kolam tanpa tanah, sehingga dagingnya tidak berbau tanah dan lebih padat. ”Disini diperhatikan sekali cara memasaknya. Menggunakan bambu sebagai media masak tentu ada maksud khusus yakni agar bumbu betul-betul meresap kedalam bambu sehingga aroma rempah-rempah tidak keluar bebas ke udara. Inilah yang menimbulkan citarasa ikan bakar yang sedap,” jelasnya.


Bambu yang digunakan untuk membakar ikan dipotong sekitar 45 cm sesuai panjang ikan rata-rata ikan patin. Proses pembakaran ikan dilakukan setelah dibumbuhi dengan 21 aneka rempah-rempah pilihan dengan memakan waktu selama 3 jam. Proses ini dilakukan agar bumbu menjadi kental dan kering sehingga benar-benar meresap kedalam ikan.


Proses pembakaran yang membutuhkan waktu lama itu agar bumbu yang tadinya cair berubah menjadi menjadi padat sehingga meresap ke dalam ikan tersebut. Cara masak ini termasuk kategori slow cocking, kalau tidak lama seratnya tidak bagus dan bumbunya tidak meresap. Ikan dibakar dengan menggunakan bahan baku arang batok kelapa yang dibakar langsung dengan bambunya.


Yang unik cara membakar ikan pun dilakukan dengan 4 sudut kemiringan yang berbeda, sehingga dapat menentukan tingkat kepadatan bumbu. Semakin padat, ikan akan semakin lama daya tahan simpannya. Cara ini untuk melayani konsumen yang ingin pesanannya dibawa pulang, sehingga dapat tahan lama.
Ikan patin yang sudah dibakar, kemudian siap dihidangkan bersama dengan bambu yang sudah dibelah. Supaya aman, bambu berisi ikan bakar tersebut ditempatkan diatas potongan bambu sebagai alas agar tidak panas dan kotor. Cara ini biasa disebut cara makan ala Jepang.

Ikan Bakar Patin dalam bambu khas rumah makan Karimata diberikan harga Rp 9500 per ons. Ada tiga pilihan sambal sebagai teman menyantap hidangan ikan bakar ini. Untuk pemesanan Jakarta sedikitnya 10 buah akan dikirim ke tujuan tanpa dikenakan biaya antar.

Jadi, bila ingin menikmati ikan bakar yang berbeda dari yang lain, Anda harus reservasi tempat terlebih dahulu minimal 2 jam sebelumnya. Saat liburan atau akhir pekan pengunjung begitu ramai dan terkadang harus antri lebih dari 1/2 jam untuk dapat menikmati kelezatan ikan patin bakar dalam bambu khas rumah makan Karimata. Buka jam 10.30 wib – 19.30 wib, hari Senin libur.

4 komentar:

lasron mengatakan...

mendengar ikan bakar dalam bambu di rmh mkn karimata, ingin sekali mencicipinya. pasti maknyuss...!

Yanuar Teguh Prakoso mengatakan...

Baru Pertama kali saya Makan Ikan Bakar KARIMATA Ternyata Maknyusssss Banget Ikan Bakar KARIMATANYA dan racikan Bumbunya Kerasa Bangettttt Hmmmmmm Maknyussssss ....Like This...

shuka shoes mengatakan...

enak n maknyussss banget ikannya

company profile mengatakan...

enak banget ikannya